Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Furniture rumah modern

Rumah bergaya modern berkembang dengan pesat akhir-akhir ini, yang ditunjang dengan gaya hidup modern dalam masyarakat kita. Gaya hidup modern ini berdampak luas, antara lain pada pengolahan gaya arsitektur rumah tinggal. Modern memiliki arti 'saat terkini'. Pada arsitektur rumah tinggal, ini artinya gaya paling 'terkini'. Meskipun demikian, sebenarnya gaya arsitektur tersebut juga telah bergeser menjadi postmodern. Sementara ini postmodern masih belum begitu berkembang baik dari segi filsafat maupun hasil-hasil kreasi arsitekturnya di negara kita.

TREN DESAIN HUNIAN MASA KINI

Perkembangan tren dan gaya dalam desain hunian sama pesatnya dengan perkembangan tren desain di bidang mode, fashion dan desain produk pada umumnya.

Di setiap perkembangan tren desain hunian selalu memiliki corak dan ciri yg khas dan sangat berbeda dengan tren sebelumnya. Sampai dengan akhir tahun 2003 masa jaya tren gaya hunian Mediterania mulai menurun dan disambut munculnya tren gaya hunian yang belakangan popular dengan istilah “Minimalis”, pengertian Minimalis itu sendiri dalam hal gaya desain hunian tidaklah serta merta berarti semua elemen dan unsur disain di minimalkan atau menjadi minim. Gaya disain minimalis menganut/menerapkan kepolosan dalam menampilkan fasadanya, dengan tidak menambahkan profile, ornament serta unsur - unsur dekoratif maupun garis lengkung pada fasadanya, gaya ini tampil lebih clean dan terihat Modern.

Bolehkah Kusen Pintu dan Jendela dari Kayu Sambungan?

Ada aturan dalam Feng Shui yang mengatakan bahwa pembuatan kusen pintu dengan bahan yang disambung, dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi kehidupan penghuni rumah. Aturan Feng Shui kuno juga menganjurkan agar peletakan kayu kusen harus sesuai struktur pohon; bagian pangkal kayu harus di bawah dan posisi ini tidak boleh terbalik. Semua persyaratan Feng Shui tersebut sebetulnya bisa dijabarkan secara logika.

Macam-Macam Jenis Pintu

Pintu tak lagi tampil ala kadarnya. Namun kini pintu juga muncul dengan teknologi baru dan jenis yang bervariasi. Adapun jenis-jenis pintu tersebut adalah sebagai berikut.

Paviliun Modern Tropis

Hunian ini bagaikan “oase” di tengah hiruk pikuk kota metropolitan. Desain bangunan yang bergaya modern kontemporer berpadu harmonis dengan kolam renang dan lanskap tropis yang segar sehingga memberikan kenyamanan bagi penghuni rumah.

Bangunan ini merupakan perluasan dari rumah induk kediaman keluarga Wahyu Auwines yang berlokasi di Cinere, Jakarta Selatan. Pemilik yang berprofesi sebagai konsultan arsitektur dan interior ini menginginkan kamar yang mewah / suite seperti di hotel resor berbintang pada ruang privasi rumahnya sendiri. Sebagai langkah awal Pertama, pemilik mengolah halaman belakang yang luas dan berkontur menurun ke arah belakang dengan cara cut and fill agar ketinggian lantai paviliun dan kolam renang sama dengan rumah induk. Selanjutnya, paviliun dibangun menempel pada bagian belakang rumah induk, yang dapat dicapai melalui selasar. Paviliun tersebut diperuntukkan untuk kamar tidur dan kamar mandi utama serta dilengkapi oleh walk in wardrobe, ruang duduk dalam, area makan di teras, gazebo dan kolam renang.

Paviliun didesain bergaya modern tropis dengan menonjolkan wujud bangunan kubus yang dilengkapi oleh bukaan-bukaan luas, atap pelana tinggi dan teritis lebar agar tercipta suasana santai dan nyaman. Komposisi kotak-kotak geometris pada deretan jendela dan pintu kaca diimbangi oleh kolom-kolom dan balok penopang teras dan selasar sehingga tampil dinamis. Desain ini juga berhasil mengoptimalkan sirkulasi udara segar, dan cahaya alami. Pandangan lepas ke setiap sudut ruangan sehingga berkesan lapang. Ruang dalam ditata terbuka tanpa dinding penyekat masif dan berorientasi ke arah luar sehingga tercipta kesan ruang dalam yang “merangkul” lingkungan sekitar. Bentuk plafon pada ruang duduk dalam mengikuti kemiringan atap pelana agar berkesan tinggi.

Dalam memilih material, arsitek berupaya memadukan berbagai material dan finishing yang natural agar paviliun tampil cukup mewah tetapi tidak mencolok dan pemeliharaannya mudah. Hampir seluruh dinding dan plafon bangunan dicat warna krem kecokelatan yang senada dengan marmer dan kayu pelapis lantai. Gazebonya mengekspos tiang-tiang dari kayu dan penutup atap dari alang-alang. Yang paling unik adalah teritis tambahan dari kayu dan bambu yang menaungi area makan di teras. Dalam menata ruangan dalam, pemilik menerapkan gaya eklektik yaitu perpaduan furnitur bergaya modern alami dengan aksen furnitur khas oriental dan aksesori etnik. Di samping itu koleksi lampu bergaya modern klasik dikombinasikan dengan pencahayaan tidak langsung (indirect lighting) di plafon.
Sofa yang simpel berlapis kain warna putih dipadu dengan meja konsol berhias ukiran khas oriental. Ranjangnya juga mengadopsi wujud tempat tidur dengan empat tiang khas gaya klasik yang bebas dari ornamen rumit sehingga tampil baru dan lebih kontemporer. Warna-warna alami (earth tone) mulai dari hitam, dark coffee brown, broken white, red maroon sampai golden yellow serta didukung oleh tata pencahayaan (lighting) berwarna kuning berhasil menciptakan suasana yang “hangat”. Pencahayaan tekstur dan motif pada pelapis, bedlinen, karpet sampai bantal hias menambah cantik ruangan. Hal ini terlihat pada penataan kamar tidur utama yang lantainya dilapisi oleh panel kayu, dindingnya dihias oleh wallpaper, sofanya dibungkus oleh kulit dan bantal kursi berlapis sutra.
Koleksi benda seni pemilik seperti lukisan, patung dan vas menegaskan tema desain east meet west pada paviliun sehingga tampil atraktif. Beranjak ke ruang luar paviliun, pemilik sengaja membuat kolam renang berbentuk huruf L agar dapat memisahkan area berenang yang dalam untuk orang dewasa dan area berenang yang rendah untuk anak-anak. Salah satu ujung kolam renang diolah menjadi air terjun yang aliran airnya jatuh ke kolam hias di bagian belakang kavling rumah. Dua buah pohon sengaja ditanam di pinggir kolam renang yang ranting-rantingnya dibuat menjulur di atas air sehingga meneduhi orang yang sedang berenang. Kolam renang ini juga ditata mengelilingi area duduk luar dan gazebo yang merupakan area favorit pemilik untuk bersantai dan mengadakan acara kumpul bersama keluarga.

Komposisi tanaman pada taman belakang cenderung bergaya tropis dan simpel dengan aksen seperti pisang kipas yang bentuk percabangannya eksotik dan bunga bugenvil yang berwarna cerah. Keberadaan dan bentuk pohon-pohon yang tinggi dan berdaun lebar menjadi penyeimbang ruangan dan bangunan yang cenderung terbuka sedangkan dinding kaveling disamarkan dengan tanaman dan ornamen outdoor. Tanaman filler diposisikan ke tepi agar berkesan lapang dan tersedia ruang terbuka yang cukup untuk beraktivitas. Untuk duduk di luar tersedia furnitur outdoor seperti bangku dari balok kayu utuh dan kursi untuk berjemur dilengkapi oleh payung. Secara keseluruhan, desain paviliun ini berhasil mengekspresikan kepribadian pemilik yang hangat dan terbuka bagi keluarga dan kerabatnya.

Lokasi : Kediaman keluarga Wahyu Auwines di Cinere, Jakarta SelatanArsitektur dan Interior : Wahyu Ausnies dari konsultan Terras

Source: Majalah Griya ASRI edisi Juni 2008

Kusen-Pintu-Jendela Kayu Lebih Artistik

Bulan-bulan ini hujan terus menyirami bumi, saking banyaknya disiram banjir dimana-mana, khususnya di Indonesia. Namun demikian, turunnya hujan membuat pohon-pohon semakin subur. Hutan-hutan yang tandus mulai tumbuh tunas-tunas baru.

Orang-orang yang rumahnya kebanjiran dan kerendam air mulai khawatir kusen-pintu-jendela mereka keropos, dan mereka mulai berfikir untuk mencari pengganti kusen-pintu-jendela mereka dari bahan kayu ke bahan lain, seperti alumunium, PVC, dan yang baru-baru ini lagi gencar-gencarnya mempromosikan yakni dari bahan keramik.

Namun itu semua tidak bisa mengalahkan keindahannya kayu, meskipun bahan PVC dimirip-miripin serat kayu, tidak bisa menyerupai kayu. Kayu memiliki nilai artistic tersendiri yang tidak bisa dimiliki bahan lain.

Kayu juga memiliki daya tahan tersendiri, beberapa jenis kayu ada yang tidak keropos sampai 10 tahun, bahkan ada yang diatas 20 tahun. Ini dilihat dari jenis kayu dan lokasinya. Namun ketahanan ini tidaklah signifikan kalau dikaitkan dengan tren yang berkembang untuk kusen-pintu-jendela.

Orang-orang biasanya menggunakan kusen-pintu-jendela tidak lebih dari 10 tahun, kenapa? Karena mereka suka mengganti kusen-pintu-jendelanya ketika sudah ketinggalan model (zaman), meskipun kayunya masih bagus. Jarang sekali orang-orang terus tetap menggunakan yang lama. Seperti sekarang ini lagi tren kusen-pintu-jendela model minimalis, banyak orang merenovasi rumahnya untuk mengganti kusen-pintu-jendela mereka diganti model minimalis. Tahun-tahun kemarin trennya lengkung dan bulat. Dan tahun-tahun yang akan datang trennya apalagi ? Saya tidak tahu...

source : http://griya-gsp.blogspot.com

Presenting The Sensation of Sauna in Our Home

Stress, fatigue follows us almost every day. On the noise and stacked of the town traffic, many employees and other worker must rack their brain, mobilizes more of their energy, and finally generates Lethargy, bored, also stress. That was fair if it happen, to reduce effect from all the problem there is nothing wrong if you use opportunity for having sauna.

Sauna

By heating our self in closed room, the toxic in our body would be release multitudes with sweat. Our tired gone. Our appearance would be fresh again. But, before starting it, maybe wise to checking up our health condition. If you looking for sweat, go sweaty on the right place and time. It is difference if we want to burn and release the sweat from our body skin pores, for example: when we are on jogging. Most of all will be glad if our body become wet by sweat after encircles house complex to do jogging. That the sign our fat was burn, our body can be remain to slim. But there was another option; the sweet also can be released with another way. Using steam or sauna is a good choice. This last way instead becomes part of urban community’s life style.

Some of Sauna Effects

Sauna reduces stress and fatigue?

High levels of stress put continuous strain in the autonomic nervous system and are a cause beyond the reach of many chronic diseases. Thermotherapy relaxes the muscles and relieves muscle aches. By facilitating the growth of capillaries, which improves circulation, the level of stress is reduced. The infrared rays clear as far accumulation of lactic acid and carbon dioxide in the muscles, eliminating toxins and muscle stiffness disappears. In addition to the physiological effects, a sauna session also contributes to the reduction of stress simply by providing a peaceful and relaxing environment away from everything.

Sauna helps our skin?

Infrared heat penetrates deep into the layers of the skin. Profuse sweating removes deep impurities and toxins, and the increased blood circulation increase of the skin leaving skin glowing. Studies have concluded that infrared heat has been beneficial in the healing of acne, burns, rashes, cuts, eczema and other skin disorders. Profuse sweating increased blood circulation and cleans the skin deep.

Sauna prevents heart disease?

Sauna treatments have a stimulating effect on the cardiovascular system. The increase in the bloodstream, but not blood pressure, stimulates the tiny blood vessels in the skin to widen accommodate increased blood flow. The increase in heart rate has the same positive effect as tedious exercise while you relax in your own spa.
Infrared Sauna

Mainly infrared heat only warms objects in its path and has a lesser effect on the ambient air temperature.

How infrared sauna work?

To understand how infrared sauna work, describe yourself in the open air on a summer day with the sun shining above. Your body feels hot sun and you become hot. Then a cloud passing, blocking the sun. The temperature outside has not changed, but you feel cooler in the shade. The Sun’s infrared rays were heating your body.

Infrared Saun

How does an infrared sauna detoxify the body?

When toxins are present in our body, the blood circulation is blocked and cellular energy is altered. The body’s immune system is inhibited, making it difficult for the body to fight the disease. When heat is applied to infrared major water molecules in our body that contain toxic gases such as sulphur dioxide, carbon dioxide, lead, mercury and chlorine vibrate and are broken down. The encapsulated toxic materials and gases are then released. The infrared heat is often used to treat clogged capillaries, heat increases the pores and capillaries to expel toxins from the body. We can tolerate and even enjoy infrared heat for longer periods than the heat of a hot tub or steam bath, therefore sweating from the heat infrared promotes the most beneficial for detoxification.

How infrared sauna possibly offer all these advantages?

During a 30-minute session, you can relax and enjoy the music, your whole body is working to generate sweat 2-3 times higher than in a traditional sauna. The infrared sauna therapy offers an in-depth heat in a more pleasant atmosphere, providing benefits greater health. Each session allows the body to detoxify, relieve muscle pain by increasing the circulation, burns fat, giving you a workout cardiovascular, reduce cellulite and skin regains shine.

Some Types of Sauna

Many sauna programs on the market, for example: sauna in the spa, sauna in luxury salon, or sauna in the simple room with ingredient mace. You ready to choose. But sometimes we are so lazy to go to the place which serves sauna, maybe this caused by that place too far from our home. So, now there is interesting choice for us, private sauna in our home. Enjoy the luxury of own sauna, without busy and confuse to make an unimportant appointment anymore

Installing or assembling (I don’t say the sauna have to built) the sauna in our home is easy, just choose a prefab sauna or use sauna material kit.

Pre-fabricated Sauna

A pre-fabricated sauna built in pre-finished panels, which screw together. This design offers maximum flexibility. You can choose to have all the exterior walls finished cedar, or you can choose to leave on the outside panels. This means that the walls are hidden from view need not be lined with cedar. It also means that you can leave some or all of the exterior walls of paneling and paint or otherwise finish then according to your taste or to match the other room finishes.

Material Kit Sauna

A sauna material kit is easy to customize a sauna kit equipment. If the sauna is part of a larger renovation, such as a finished basement, or more, it is easy to incorporate into the sauna kit irrespective of the available space. The sauna can be installed to meet the particular parameters: for example, drywall outside can be painted to match and the scenery outside a bathroom.

With all benefits and amenity to assemble or install it, the sauna is “something” proper to present in our home. Relax our self, enjoy the sauna and let’s hope health and happiness would be with us.


source : www.architectaria.com

Clever Coffee Table - Space Saving tables

An original idea for modern life: space savings tables - contemporary design tables. These wonderful tables can be adapted marvelously to your various entertainment needs, even in an urban environment where space is at a premium. A coffee table grows up to become a dining table… So you do not need to find room for both. Neither is compromised, and an air intelligent lifting device ensures easy transition.

Kitchen Workstation - A Computer Station?

If you are like me, you’ll often these days that when you have friends, the computer remains resolutely. That is why the kitchen workstation is such a precious time and concept! Make a place for your “office” equipment in the kitchen may require a risk Balancing Act, you must still looking for revenue and, of course, show your latest vacation photos as you chat in the kitchen and prepare food. The kitchen workstation allows you to do just that, finding a safe and orderly place to hide away from your laptop and other equipment when food is served.

This kitchen design brings “workstation 1″ which has an elegant glass panel of milk (which is illuminated from the inside) and a practical document and paper tray. Mounted on casters lockable, the workstation can even be moved. It is part of the tasty “Tutti-Frutti” collection of wood (wild olive, cherry, plum, apple and nuts) and other classic wood. Or, if you prefer, the job can be done in MDF faces painted white wooden drawers… or vice versa.

Kitchen Workstation

Kitchen Workstation - Computer Station

Kitchen Workstation - Drawer

Gentleman, now you are ready to surf the net, load your mobile phone, and bring technology in the heart of your home with this kitchen workstation.


Dikutip dari www.architectaria.com

Menata Rumah Mungil agar Nyaman

SAAT ini terbatasnya uang sudah tidak relevan lagi sebagai alasan memiliki rumah berukuran kecil. Keterbatasan lahan, apalagi di kota-kota besar, menuntut masyarakat untuk berhemat dalam mendirikan rumah.

BAHKAN masyarakat di perkotaan cenderung ingin memiliki rumah yang praktis dan multifungsi, tetapi tetap nyaman untuk ditinggali. Tidak mengherankan jika gaya minimalis kerap digandrungi sehingga rumah-rumah mungil pun tetap mempunyai seabrek fungsi. Living in the box, mungkin itulah ungkapan yang cocok.

Sebenarnya, masih sulit untuk mendefinisikan rumah mungil karena menurut Prima Haris, konsultan dan pengasuh rubrik konsultasi desain interior di tabloid Rumah, rumah seluas 135 meter persegi pun masih bisa disebut mungil. Belum lagi jika kita menilik kemampuan orang kaya dan miskin dalam membangun rumah.

Akan tetapi, yang jelas dalam rumah mungil hanya terdapat fungsi pokok rumah. Kini rumah mungil tidak selalu berarti kaku, sumpek, dan sempit. Sebenarnya, rumah mungil dapat ditata dengan interior yang tepat agar nyaman dan terkesan luas.

Menarik untuk dikaji, tips 3 in 1 + Prima Haris, dalam acara Temu Pembaca Tabloid Rumah, di Bandung, Rabu (15/6). Temu pembaca ini merupakan salah satu rangkaian acara Kompas- Gramedia Fair bersama BNI Tapenas yang digelar di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) Institut Teknologi Bandung (ITB), 14-19 Juni 2005.

PERTAMA, jadikanlah rumah mungil sebagai cerminan gaya hidup kita. "Interior ialah jiwa yang punya rumah," tutur Haris. Maksudnya, sesuaikanlah desain interior rumah kita dengan karakter dan gaya hidup kita sehari-hari.

Orang yang suka membawa pekerjaan ke rumah bisa saja menata ruang kerjanya sedikit berbeda dengan desain ruangan lainnya. Ini dilakukan agar mereka dapat bekerja senyaman mungkin.

Lain "si tukang kerja", lain pula "si tukang mandi". Misalnya, seorang seniman yang senang berlama-lama di kamar mandi karena kerap mendapat inspirasi di sana bisa menambahkan aksesori dan fungsi tambahan pada ruangan. Aksesori tambahan itu akhirnya bisa berfungsi sebagai sarana untuk bekerja.

Kedua, ruangan yang sempit dapat memberikan kesan yang luas jika kita mempertimbangkan pilihan warna cat, keberadaan cermin dan kaca, serta minimnya aksesori.

Haris, yang juga alumnus Teknik Arsitektur ITB ini, menjelaskan, warna senada atau yang masih satu turunan sebaiknya menjadi pilihan kita ketika mengecat rumah. Jadi jangan memilih warna-warna yang gelap karena akan memberikan kesan sempit pada ruangan. Pilihlah warna yang dapat memberikan kesan ringan dan teduh.

Namun, patut diingat, pilihan warna cat ini pun harus disesuaikan dengan fungsi ruangan. Warna yang lembut dan ringan, seperti biru dan ungu, kurang cocok untuk ruangan belajar anak karena akan memberikan kesan teduh. Akibatnya, anak akan kurang bergairah belajar. Merah dan oranye, yang bersifat ceria serta riang, adalah contoh warna yang justru cocok untuk kondisi belajar anak.

FAKTOR pencahayaan dari lampu pun tidak sepatutnya dilupakan. Cahaya lampu, menurut Haris, hanya ada dua, yaitu kuning dan putih. Cahaya putih dari lampu neon, misalnya, lebih memberikan kesan dingin, formal, dan tidak alami. Adapun warna kuning berkesan lebih hangat, segar, alami, dan romantis.

Sementara itu, kaca yang membatasi bagian dalam rumah dengan ruangan di luarnya pun memengaruhi kesan pandangan yang ditimbulkan. "Adanya kaca membuat kita bisa melihat keluar. Hal ini, secara psikologis, memberikan kesan bahwa ruangan itu luas," tutur Haris.

Selain itu, adanya kaca membuat sinar matahari bisa masuk ke dalam ruangan. Nuansa ruangan dapat mengalir ringan jika sinar matahari leluasa masuk dan pandangan mata lepas ke halaman.

Unsur vertikal terlalu banyak dan blocking untuk memisahkan satu ruangan dengan yang lainnya juga dapat memberikan kesan kaku dan sempit. Sebaiknya hindari unsur vertikal yang terlalu banyak ini. Bufet kecil atau bahkan sofa bisa dijadikan media penyekat ruangan.

Jika kita memiliki rumah yang mungil, sebaiknya pula memilih mebel yang kalem dan simpel. Mebel yang dipilih pun dianjurkan memiliki warna yang mendekati warna dinding sehingga tidak terkesan berat dan sempit.

Warna gelap biasanya cenderung terkesan mengarah mendekati kita sehingga ruangan tampak lebih sempit. Unsur- unsur alam, seperti pepohonan dan tanaman bunga, dapat pula ditambahkan untuk memberikan kesegaran pada ruangan.

PEMANFAATAN ruang-ruang kosong yang ada di rumah untuk menaruh barang-barang merupakan faktor ketiga dari konsep 3 in 1. Misalnya, ruang di bawah wastafel yang biasa kosong dapat dimanfaatkan untuk menyimpan beberapa jenis barang.

Kemudian ruang kosong sekitar satu meter di bawah plafon pun dapat lebih difungsikan. Berburu ruang sisa, itulah istilah Haris. "Dengan begitu, satu tempat bisa saja multifungsi," ujar pria yang pernah menjadi Direktur Indonesian Interior and Architectural Space Resource Center ini.

"Dinding menganggur, no way," kata Haris. Justru di dindinglah terdapat kekayaan kita. Selain ketiga hal di atas, dinding rumah pun dapat dimanfaatkan. Ia mengatakan, kita bisa saja membuat rak buku di dinding rumah. Namun, warna rak pun jangan terlalu kontras dengan warna dinding yang ada.

Bagi yang ingin memasang wallpaper, pakailah yang bermotif dan berwarna ringan. Corak lekukan daun yang lebar-lebar, misalnya, justru bisa menyita pandangan. Warna polos dengan garis tipis-tipis dan kotak kecil-kecil malah dapat mengistirahatkan pandangan dan pikiran kita sehingga menjadi rileks.

Jarak lantai dan plafon pun tak luput jadi perhatian Haris. Jarak yang sempit di antara keduanya seolah mempersempit ruang gerak kita. Luasnya jarak antara lantai dan plafon justru membuat kita lebih leluasa bergerak dan sirkulasi udara pun lancar.

Ditanya mengenai estetika penataan rumah mungil, Haris menjawab, "Bagi saya saja yang seorang desainer interior, yang penting nyaman. Estetika nomor dua." Dalam perkembangan selanjutnya, tentunya rumah mungil pun akan berubah karena bertambahnya beberapa hal.

Bertambahnya anggota dan aktivitas keluarga, kebutuhan ruang, dan peningkatan kualitas hidup adalah beberapa di antaranya. Akan tetapi, yang perlu diingat dalam merenovasi adalah mengenali rumah kita terlebih dulu, menghitung kebutuhan ruang, dan menentukan skala prioritas. (dikutip dari Kompas 17 Juli 2005)

Harga Material Bahan Bangunan yang tidak pernah turun.



Mau bangun rumah? Harus siap-siap dengan harga material yang terus merangkak naik dari waktu ke waktu. Dalam tempo hari/bulan, harga bisa saja berubah.

Sebagai contoh, ini daftar harga material terhitung s.d. April 2008 :

1.
Besi bekas (cakar : 80 x 80 x 20, dll) dihitung kiloan : Rp 8.500,- per kg.
2.
Besi ukuran 12 (banci) x 12 m : Rp 75.000,- per btg
3.
Besi ukuran 10 mm x 12 m : Rp 70.000,- per btg
4.
Besi ukuran 10 mm (banci) x 12 m : Rp 48.000,- per btg
5.
Besi ukuran 8 mm x 12 m Rp 43.000,- per btg
6.
Besi Ring beton (bekas) 8 x 15 : Rp 8.000,- per kg
7.
Pasir Pasang Rp 275.000,- per truk
8.
Pasir beton Rp 140.000,- per colt
9.
Batu Kali Fondasi Rp 340.000,- per truk.
10.
Batu Split Rp 140.000,- per colt
11.
Semen Rp 42.500,- per sak.
12.
Paku 7 cm : Rp 14.000,- per kg.
13.
Paku 5 cm : Rp 11.500,- per kg.
14.
Paku Triplex : Rp 24.000,- per kg
15.
Bata Garut Rp 340,- per buah
16.
Blok beton ringan : Rp 1600,- per buah
17.
Bata berlubang (buat angin-angin) Rp 2.000,- per buah.
18.
Papan Borneo 2 cm x 20 cm x 4 m Rp 55.000,- per lembar
19.
Papan Borneo 2 cm x 20 cm x (+/-) 4 m (bekas) Rp 24.000,- per lembar
20.
Kayu Kaso Borneo super jambi 4m x 6 cm x 4 cm Rp 28.000,- per btg
21.
Kayu Kaso Rasamala (bekas) 5 cm x 7 cm x 4 m : Rp 50.000,- per batang
22.
Kayu Reng Albasia Rp 7.500,- per btg
23.
Paralon 4 inchi Maspion Rp 78.000,-
24.
Paralon 2 inchi Maspion Rp 34.000,- per batang
25.
Paralon 1 inchi Maspion Rp 20.000,- per batang
26.
Sambungan paralon 4 inchi ke 2 inchi Rp 4.000,-
27.
Lem PVC 400gr Rp 21.000,-
28.
Kawat beton Rp 12.500,- per kg.
29.
Glass block Rp 90.000,- per dus (isi 6 buah)
30.
Loster (lubang angin dari kayu) : Rp 30.000,- per buah
31.
Multiplex 9 mm : Rp 89.000,- per lembar
32.
Triplex 4 x 8 Rp 47.500,- per lembar
33.
Kunci Besi 16 mm Rp 5.000,-
34.
Gergaji Besi Rp 9.000,- per buah
35.
Cangkul merk Buaya : Rp 35.000,-
36.
Garpu tanah : Rp 40.000,-
37.
Ember aduk kecil Rp 5.000,-
38.
Ember aduk besar Rp 6.000,-
39.
Kawat ayakan pasir 1,5 meter Rp 12.000,-
40.
Benang nilon : Rp 5.000,- per gulung
41.
Pintu PVC (kamar mandi) di Tulus Door : Rp 195.000,- per pc.
42.
Pintu kayu nyatoh (finished) + kaca ukuran 36 x 82 x 210 : Rp 1.000.000,- per lembar (ini udah dikorting).
43.
Mau dari jati? Pintu kayu jati unfinished 36 x 82 x 210 : Rp 2.500.000,- per lembar
44.
Pintu garasi dari kayu, ukuran 65 cm x 210 cm : Rp 1.000.000,- per lembar. Jadi untuk 1 garasi, yang bisa terdiri dari 5 pintu, minimal perlu Rp 5.000,000,- per set, belum termasuk kusennya.
45.
Kusen/Pintu Garasi Besi (bekas) 1 set : Rp 3.200.000,-
46.
Kusen Jendela ukuran 50 cm x 150 cm (buat dari Rasamala bekas) Rp 270.000,- /buah
47.
Kusen pintu (buat dari Rasamala bekas 82 x 210 cm) Rp 250.000,-
48.
Kusen pintu 243 x 210 cm (buat dari Rasamala bekas) Rp 335.000,-
49.
Tangga Putar besi tempa Rp 2.350.000,- 1 set.
50.
Pagar (besi) Rp 350.000,- per meter (minimal, tergantung design)
51.
Terpal 5 x 7 m : Rp 192.500,-
52.
Ongkos gali/ngebor sumur, kedalaman 24 m Rp 1.800.000,-
53.
Pompa Dragon Rp 200.000,-
54.
Ongkos Tukang (bersih) : Rp 50.000,- per hari
55.
Ongkos Laden (bersih) : Rp 30.000,- s.d. Rp 40.000,- per hari
56.
Sewa mollen (sudah termasuk bahan bakar solar) : Rp 250.000,- per hari
57.
Keramik merk Platinum 40 x 40 : Rp 42.500,- per dus (1 m2) http://www.platinumceramics.com/?main=1
58.
Keramik merk Masterina 40 x 40 (tekstur kasar) : Rp 35.000,- per dus (1m2)
59.
Keramik merk Masterina 20 x 20 (tekstur kasar, u kamar mandi) : Rp 32.000,- per dus
60.
Keramik merk Diamond 20 x 20 (tekstur kasar, u kamar mandi) : Rp 46.000,- per dus
61.
Closet jongkok merk TOTO warna putih : Rp 120.000,-/pc
62.
Closet duduk merk TOTO warna putih : Rp 1.200.000,-/pc
63.
Batu Andesit ukuran 20 x 40 : Rp 120.000,-/m2

Hati-hati beli besi! Jangan tergiur dengan harga murah. Ada besi "banci".. Umpama maunya beli besi 10 mm, kalau besinya tidak full alias banci (istilah toko besi), maka pas diukur ternyata cuma 8 mm atau 7,8 mm. Biar g tertipu, bawa jangka sorong deh.. ukur sendiri diameternya.

Putar otak! Tidak semua bahan bangunan harus baru, beli bekas asal teliti juga sama bagusnya. Tapi harus survey dulu dan pintar nawar.

Kayu bekas, lebih kering daripada yang baru, dan bisa dapat kayu yang bagus semacam Rasamala atau Kamper Kruing.

Cara memilih keramik : http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/11/17/pr2.htm

Setelah kenaikan BBM 24 Mei 2008 kemarin, harga material ikut naik rata-rata 30%, jadi sebagai contoh besi bekas yang tadinya harganya Rp 8.500 s.d. 9.000 rupiah, sekarang harganya menjadi Rp 12.000,-. Yang lain, tinggal dikonversi deh...

Selamat membangun rumah!